KBRN, Serang: Mengerti ragam bahasa cinta orang tua memampukan remaja mengekspresikan afeksi serta rasa hormat secara bermakna. Hal ini disampaikan Founder Mindset Perempuan Indonesia dalam acara kolaborasi bersama Rumah Belajar Sekar Anyer.
Acara edukatif tersebut berlokasi di Rumah Belajar Sekar Anyer, KP Angsana, Desa Bantarwaru, Kecamatan Cinangka, Serang. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (14/12/2025) ini bertujuan untuk memperkuat ikatan emosional ibu dan anak.
“Ketika kita mengenali bahasa kasih ibu, kita belajar berempati, berkomunikasi dengan hati, serta mengekspresikan cinta dengan cara yang paling berarti bagi ibu,” kata Founder Mindset Perempuan Indonesia Mella Noviani dalam keterangan yang disampaikan tertulis, Sabtu (20/12/2025).

Teori kelekatan menjelaskan peran koneksi emosional awal dalam membentuk rasa aman dan kemampuan mengelola perasaan. Mella menambahkan bahwa interaksi berkualitas dengan figur ibu menjadi fondasi kokoh bagi pencarian jati diri.
Narasumber pendamping Devi Sucianti hadir membawakan materi praktik membuat surat cinta bagi ibunda. Para peserta diajak menulis surat dan menyiapkan kado sederhana sebagai bentuk implementasi nyata bahasa kasih.
“Surat cinta dan kado ini bukan sekadar simbol, tetapi sarana bagi remaja untuk mengekspresikan perasaan yang mungkin sulit diucapkan secara langsung kepada ibu,” ujar Devi Sucianti sebagai narasumber pendamping dalam workshop tersebut.
Devi berharap metode praktik langsung ini membuat materi terasa lebih relevan bagi kalangan Generasi Z. Aktivitas ini memudahkan mereka memahami dua konsep bahasa kasih yaitu kata-kata penegasan serta pemberian hadiah.
Workshop ditutup sesi keakraban untuk memperkuat ikatan emosional peserta serta menciptakan kenangan yang sangat menyenangkan. Mindset Perempuan Indonesia (MPI) berkomitmen terus menghadirkan program positif demi kesehatan mental remaja putri bangsa.